Tips Memahami Pengertian ISO Pada Fotografi


Saat ini dunia fotografi semakin akrab dengan masyarakat seiring dengan pesatnya perkembangan jaman dan semakin luasnya pengembangan pasar smartphone di dunia. Tidak heran, saat ini banyak sekali smartphone yang menawarkan hasil foto baik dari fitur kamera bawaannya sehingga banyak dari pengguna smartphone yang kecanduan fotografi.

Dalam perkembangannya, kamera smartphone yang beredar saat ini juga sudah mendukung pengaturan pengaturan tertentu layaknya terdapat dalam kamera DSLR maupun mirrorless untuk mengakomodir kreativitas penggunanya meskipun pengaturan tersebut tidak selengkap pengaturan yang ada di kamera DSLR maupun mirrorless. Salah satu pengaturan yang disediakan dalam fitur kamera smartphone maupun kamera DSLR adalah pengaturan tentang ISO. Tahukah anda mengenai ISO ini?

Menurut Wikipedia, ISO merupakan suatu istilah dalam fotografi yang dipakai untuk mengukur tingkat sensitifitas sensor terhadap cahaya yang masuk dan diterima. Secara definisi, ISO dapat diartikan sebagai ukuran tingkat sensitifitas sensor dari sebuah kamera terhadap cahaya yang masuk dan mengarah langsung ke lensa. Semakin tinggi ISO yang dipakai, maka semakin sensitif sensor kamera anda terhadap cahaya.

Biasanya terdapat angka angka tertentu yang terletak di belakang ISO seperti ISO 100, ISO 800, dan ISO 6400, dan seterusnya. Angka angka tersebut sejatinya merupakan tingkatan sensitifitas yang bisa di setting oleh penggunanya pada sensor kamera. Sebagaimana telah dikatakan sebelumnya, semakin tinggi ISO yang dipakai, maka sensor akan semakin sensitif sehingga kamera akan lebih mudah menangkap gambar dengan lebih cerah dan tidak perlu membutuhkan tambahan exposure atau sorotan cahaya ke kamera dalam jangka waktu yang lama.

Setting ISO Pada Fotografi

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih mudah tentang ISO, anda bisa menganalogikannya dengan sebuah komunitas lebah. Sebuah ISO merupakan kumpulan lebah pekerja. Jika anda set menjadi ISO 100, maka anda akan memiliki 100 lebah pekerja. Tugas setiap lebah pekerja tersebut adalah mengambil setiap cahaya yang masuk melalui lensa kamera dan memproyeksikannya menjadi gambar. Jika dua orang fotografer menggunakan lensa identik dengan aperture sama dan di set pada f/3.5, satu dari anda mengeset ISO 200 dan satunya lagi di ISO 100, maka anda bisa bayangkan gambar siapakah yang akan selesai lebih dulu.

Secara garis besar, sistem kerja ISO adalah :

  • Saat anda menambah settingan ISO dari 100 ke 200 dalam aperture yang konstan, misalnya f/3.5 atau melalui mode A atau Av, maka anda telah mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah foto pada sensor kamera anda sampai dengan separuhnya atau disebut 2 x lebih cepat dari shutter speed 1/125 menjadi 1/250 detik.
  • Saat anda menambah ISO menjadi 400, maka anda akan memangkas waktu pembuatan foto menjadi separuhnya lagi atau 1/500 detik.
  • Setiap kali anda mempersingkat waktu eksposure sebanyak separuh dari asal, maka dinamakan sebagai menaikkan eksposure sbeesar 1 stop.

Anda bisa mencoba mempraktikkan pengertian yang telah dijelaskan tersebut dalam kasus aperture. Contohnya, anda set shutter speed dalam angka konstan pada 1/125 atau melalui mode shutter priority (S atau Tv) dan ubah setting ISO anda dalam kelipatan 2 seperti 100 ke 200 atau ke 400 dan seterusnya, maka anda akan melihat perubahan besar yang terjadi dalam aperture kamera anda yang akan berpengaruh pada hasil foto nantinya.

Demikian pengertian ISO yang dapat kami sampaikan. Jika anda membutuhkan penjelasan lebih lanjut silahkan tinggalkan comment atau diskusikan langsung pada komunitas fotografi agar lebih paham. Terimakasih telah mampir membaca.

kamera123.com
Review
5